Bibit unggul tanaman kayu hutan dan buah-buahan... Mari order... Cp. 081328555527 atau 085293393441. Kepuasan anda keutamaan kami....
Tampilkan postingan dengan label kayu hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kayu hutan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Teknik Budidaya Cengkih

TEKNIS BUDIDAYA CENGKEH  DAN CARA PENANGAN NYA
 
Cengkeh merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Baik sebagai rempah-rempah, bahan campuran rokok kretek atau bahan dalam pembuatan minyak atsiri, namun bila faktor penanaman dan pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka produksi dan kualitasnya akan menjadi rendah.

KT mahesa jaya dalam peningkatan produksi secara K-3 yaitu Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan.


SYARAT PERTUMBUHAN
  • Tanaman tumbuh optimal pada 300 - 600 dpal dengan suhu 22°-30°C, curah hujan yang dikehendaki 1500 4500 mm/tahun
  • Tanah gembur dengan dalam solum minimum 2 m, tidak berpadas dengan pH optimal 5,5 - 6,5. Tanah jenis latosol, andosoldan podsolik merah baik untuk dijadikan perkebunan cengkih.

PEMBIBITAN
  • Buat bedengan untuk naungan dengan lebar 1- 1,2 m dan panjang sesuai kebutuhan dengan arah membujur ke utara selatan. Kanan kiri bedengan dibuat parit sedalam 20 cm dan lebar 50 cm. Diatas bedengan dibuat naungan setinggi 1,8 m dibagian timur dan 1,2 m dibagian selatan, intensitas cahaya 75%.
  • Benih dibenamkan pada media di polybag ukuran 15 cm x 20 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 1 tahun) atau ukuran 20 cm x 25 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 2 tahun) yang bagian bawahnya telah dilubangi 2,5 mm dengan jarak 2 x 2 cm. Media yang digunakan pasir halus, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1, dan berikan Natural GLIO per 20 25 kg pupuk kandang yang telah jadi dan diperam selama ± 2 minggu. Dan sebelum bibit ditanam siram tanah dengan yat perangsang 5 ml/lt air atau 0,5 tutup per liter air. -Kemudian susun polybag pada persemaian yang telah disiapkan.
  • Penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari. Penyiangan dilakukan 2-3 kali dalam sebulan disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Intensitas naungan perlahan-lahan dikurangi secara bertahap hingga tinggal 40% saat bibit dipindahkan ke lapang.
  • Pemupukan dengan NPK dilakukan dengan dosis 10 gr/pohon/tahun atau dengan Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 3,5 gr/bibit/tahun . Pupuk tersebut diberikan tiap 3 bulan sekali sedangkan untuk yang didalam polibag diberikan sebanyak 1,5 bulan sekali.


PENGAJIRAN
Pengajiran dilakukan pada blok tanaman untuk memudahkan penanaman dengan jarak tanam 8 x 8 m dengan pola bujursangkar atau empatpersegi panjang.

PENANAMAN
Cangkul tanah yang telah diberi ajir dengan ukuran lubang tanam 75 x 75 x 75 cm. Lakukan penanaman pada awal musim hujan. Berikanlah pupuk kandang 25 - 50 kg yang telah dicampur dengan 1 pak Natural GLIO dan 1,5 - 2 kg dolomit, campur hingga rata. Masukan 5-10 kg campuran tersebut per lubang tanam. Masukkan bibit dan gumpalan tanahnya kedalam lubang hingga batas leher akar. Beri peneduh buatan setingggi 30 cm dengan intensitas 50%. Siramkan yat perangsang secara merata dengan dosis 2-3 ml/liter air

                                    PEMELIHARAAN TANAMAN

PEMUPUKAN

UMUR                                        PUPUK MAKRO       
                                     Urea             TSP           KCl              Dolomit
 0,5                                50                 25               35                         50

 1                                  100                50             75                          100
2                                   150                75              125                        150
3                                   200               100            150                          200
4                                   500                200           400                          400
5                                   750                300           600                          500
6                                   1000              400            800                         750
7                                   1500              500           1000                       1000
8                                   2200              600           1250                        2000
9                                   2600              700           1500                        2500
10                                 3000              800           1750                        2900
11                                 3500              900           2000                        3300
12                                 3500              900           2250                        3800

Catatan :
  • Bila diberikan dua periode pemberian pupuk pertama dilakukan awal musim hujan (September-Oktober) dan kedua pada akhir musim hujan (Maret-April).





PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT
 
A. Kutu daun ( Coccus viridis )
Bagian yang diserang : ranting muda, daun muda. Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan terhenti misal ranting mengering, daun dan bunga kering dan rontok
B. Penggerek ranting/batang (Xyleborus sp )
Bagian yang diserang : ranting/batang. Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil, serangan hebat menyebabkan ranting / batang menjadi rapuh dan mudah patah.Pengendalian : Pangkas ranting/batang yang terserang,

C. Kepik Helopeltis ( Helopeltis sp )
Bagian yang diserang : pucuk atau daun muda. Gejala : Biasanya pucuk akan mati dan daun muda berguguran.

D. Penyakit mati bujang ( bakteri Xylemlimited bacterium ).
Bagian yang terserang : perakaran, ranting-ranting muda. Gejala : matinya ranting pada ujung-ujung tanaman.Gugurnya daun diikuti dengan matinya ranting secara bersamaan. Pengendalian : pengaturan drainase yang baik, penggemburan tanah,

E. Penyakit busuk akar (Pytium rhizoctonia dan Phytopthora ).
Bagian yang diserang : perakaran. Gejala : pada pembibitan tanaman mati secara tiba-tiba, pada tanaman dewasa daun mengering mulai dari ranting bagian bawah. Pengendalian : bila serangan telah ganas maka tanaman yang terserang dibongkar dan dimusnahkan, lubang bekas tanaman berikan tepung belerang 200 gr secara merata, isolasi tanaman atau daerah yang terserang dengan membuat saluran isolasi, perbaiki drainase,

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah

PANEN
 
Cengkih dapat mulai dipanen mulai umur tanaman 4,5 - 6,5 tahun, untuk memperoleh mutu yang baik bunga cengkih dipetik saat matang petik, yaitu saat kepala bunga kelihatan sudah penuh tetapi belum membuka. Matang petik setiap tanaman umumnya tidak serempak dan pemetikan dapat diulangi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. Bunga cengkih dipetik per tandan tepat diatas buku daun terakhir. Bunga yang telah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang/karung kecil dan dibawa ke tempat pengolahan.
 
PENANGANAN PASCA PANEN


  • Sortasi buah. Lakukan pemisahan bunga dari tangkainya dan tempatkan pada tempat yang berbeda.
  • Pemeraman. Pemeraman dilakukan selama 1 hari ini dilakukan untuk memperbaiki warna cengkih menjadi coklat mengkilat.
  • Pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering yang menggunakan kayu bakar atau bahan bakar minyak.Dapat juga dikeringkan dengan cara alami yaitu pengeringan dengan matahari pada lantai beton agar kadar air menjadi 12-14%, dan dapat disimpan dan aman dari jamur.
  • Sortasi. Pada tahap ini cengkih dipisahkan dari kotoran dengan cara ditampi. Kemudian cengkih yang sudah bersih dimasukan pada karung dan dijahit.
Salam Sukses..
KT. Mahesa Jaya... 
Blog KT. Mahesa Jaya adalah salah satu situs pemesanan bibit unggul dalam skala kecil, maupun besar. Kami siap mengantar bibit kami sampai pelosok Indonesia. Untuk Pemesanan Silahkan Hubungi 081328555527 atau 085293393441. Kami prioritaskan untuk anda yang menghubungi kami melalui panggilan telephone. Terimakasih..

Jumat, 18 Oktober 2013

Mau Bisnis....???? Ya bertani aja..... simak tatacaranya....

Bertani ...???... Siapa takut....

Di jaman sekarang ini, apa salahnya membuka peluang usaha sendiri... Ataupun kita mempunyai usaha sampingan yang menguntungkan. Secara lahiriah, manusia diciptakan untuk bertakwa, tapi tidak lupa manusia cuga harus menjari rizki... Banyak cara sebenarnya untuk mencari rizky yang halal, salah satunya adalah bertani.



Dalam bertani, kita bisa menanam apa saja. Contohnya kita bertani kayu hutan dan tanaman buah buahan. Untuk bibit kayu hutan dan tanaman buah buahan kami sudah menyediakan, anda tinggal memesan nanti barang kami kirim sampai tujuan.


Perawatan dalam usaha pertanian ini mudah, cukup penyiangan 1 minggu sekali. Dan tentunya ini menyingkat waktu anda. Dari pada bisnis yang lain, mendingan bertani aja.. Mari order...

Salam Sukses..  
KT. Mahesa Jaya... 
Blog KT. Mahesa Jaya adalah salah satu situs pemesanan bibit Pertanian unggul dalam skala kecil, maupun besar. Kami siap mengantar bibit kami sampai pelosok Indonesia. Untuk Pemesanan dan Konsultasi Silahkan Hubungi 081328555527 atau 085293393441.

Jumat, 11 Oktober 2013

Budidaya Kayu Jabon

Budidaya Kayu Jabon Dengan Modal Sedikit dan Keuntungan Yang Melimpah

 

Jabon adalah salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan saat ini. Banyak masayarakat indonesia yang menanam kayu jabon di perkebunannya dengan alasan ingin mendapat keuntungan yang melimpah dari hasil panen kayu jabon. Memang benar, keuntungan menanam kayu jabon ini memang memuaskan. Anda bisa membuktikannya dengan cara menanam kayu jabon sendiri di perkebuna anda. Untuk bibit yang super kami sudah menyediakan, anda tinggal memesan dan bibit akan kami antar ke tempat anda.
Tiap tahun, pertambahan diameternya bisa mencapai 5-7 cm. Bahkan dalam pengukuran dilahan sebuah perusahaan di Purworejo dan Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan perlakuan Ekstra Intensif, bisa mencapai 10 cm/tahun dan memanen Jabon uji cobanya pada umur 4 tahun.
Kecepatan tumbuh ini bukan karena adanya rekayasa genetik melainkan dikarenakan sifat-sifat alami yang dimiliki tanaman ini. Jadi relatif kestabilan daya tumbuh ini lebih terjaga dalam jangka panjang.
Selain itu, toleransi samama terhadap lahan dan iklim sangat tinggi. Tanaman Jabon dapat tumbuh subur di lahan dengan Ekologi tumbuh pada :
>  Ketinggian                             :    0 – 1000 m dpl
>  Curah hujan                          :    1250 – 3000 m/th
>  Perkiraan suh                        :    10 – 40 C
>  Kondisi tanah (PH)                :    4,5 – 7,5
>  Topografi datar hingga 25
Keunggulan si kayu Jabon :
Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya, termasuk Albasia (sengon). Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa criteria :
PERTUMBUHAN
Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainya :
  1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 5 – 7 cm/thn. Bahkan dg perlakuan Ekstra Intensif diameter bisa mencapai 10 cm/thn
  2. Tinggi batang pada usia 12 thn dapat mencapai 20 m, sehingga pada usia 5 – 7 Sudah dapat dipanen.
BATANG
  1.  Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus.
  2. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok dg sendirinya.
PEMASARAN
Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan pada industry kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture, serta bahan bangunan non kontruksi.
Keunggulan inilah yang membuat pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industry kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.


CARA BUDIDAYA TANAMAN JABON
Pola hutan rakyat umumnya menggunakan jarak tanam 2 x 2 m, namun hasil pertumbuhan dan perkembangan diameternya tidak begitu cepat dan maksimal. Cara ini biasanya digunakan masyarakat dengan membiarkan tumbuh liar dengan sendirinya, ibarat hutan.
Perkebunan pada umumnya menggunakan jarak tanam yg direkomendasikan yaitu 4x5m. Jarak tersebut dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan diameter batangnya, sebab radius lingkaran bayangan bawah batang atas pohon adalah wilayah penyerapan unsur-unsur hara ditanah oleh akar-akar pohon.
Jadi jarak tanam 4x5 m adalah yang paling baik bagi pertumbuhan, tetapi bisa juga menggunakan jarak 4x4 m tergantung kondisi lahan.
Tanaman jabon dapat tumbuh subur pada tanah Alluvial ( pinggir sungai ), Tanah liat, Tanah lempung, Podsolik coklat, Tanah daerah yang ada pasang surut, Iklim basah dan Tropis.
CARA PENANAMAN
Buat lubang dengan ukuran: lebar 30 cm x panjang 30 cm x kedalaman 40 cm ( untuk ukuran bibit 40 – 50 cm ). Masukan kompos/pupuk kandang kedalam lubang tanam setinggi 10 cm, tambahkan NPK (15–15–15) sebanyak 10 gram/lubang tanam. Bibit jabon bisa langsung ditanam atau dengan cara  diendapkan dahulu 5 – 7 hari. Masukan bibit yang polibagnya sudah dibuka/disobek kedalam lubang tanam. Dudukan yang benar dan rata, lalu isi tanah yang dicampur kompos sebagai penutup akar setinggi 20 cm ( jangan terlalu dipadatkan ), hingga tersisa lubang 10 cm sebagai kantong air.
Catatan : Apabila kompos/pupuk kandang sulit dan mahal, sebagai alternative bisa digantikan dengan PUPUK ORGANIK PADAT (POP) SUPERNASA..dengan dosis 2 gram/lubang.
CARA PEMELIHARAAN
Melakukan penyemprotan pestisida pada daun terhadap serangan ulat. Hal ini dilakukan secara aktif dan rutin dengan interfal 1 atau 2 minggu sekali dalam waktu 4 sampai 6 bulan dimana daun jabon masih sangat sedikit. Ketika daun jabon sudah mempunyai daun banyak   (umur 5 – 6 bulan) maka penyemprotan pestisida tidak diperlukan lagi sebab daun jabon tidak akan habis dimakan ulat untuk mencukupi proses pertumbuhanya.
Sanitasi lingkungan ( penyiangan rumput ) bisa dilakukan 1-2 x  setahun atau kondisional. Meskipun jabon termasuk jenis tanaman yg daya Self Pruningnya ( meranggas sendiri ) sangat tinggi, tetapi pemangkasanpun bisa saja dilakukan apabila cabang-cabang jabon yang ditanam rapat dan saling bersentuhan.
Pemangkasan ini menjadi pilihan yang sangat bijak untuk memberikan celah yang lebih lebar akan sinar matahari masuk.
Dalam pemangkasan cabang ini tidak perlu dipotong semua sampai pangkal cabang, cukup dipotong kira-kira 1 m dari ujung cabang dan sisanya di biarkan rontok dengan sendirinya.
PEMUPUKAN
Untuk mempercepat pertumbuhan jabon, pemupukan dapat dilakukan minimal sampai tanaman berusia 3 tahun, interval pemupukan setiap 2 atau 3 bulan sekali dengan POP SUPERNASA dan NPK (15-15-15), serta pamupukan lewat daun ( penyemprotan POC NASA + HORMON PERANGSANG TUMBUH ). Dengan perbandingan :
  1. Umur Tanaman 0 – 1 Tahun : Pupuk Tabur / kocor : menggunakan POP SUPERNASA 2 gram / pohon dan NPK (15-15-15) sebanyak 10 gram/pohon. ( interval 2 bulan sekaliPupuk Daun : Penyemprotan dengan POC NASA dengan dosis 40 cc dan Hormon Perangsang Pertumbuhan dengan dosis 10 cc per tangki  ( interval 15-30 hari sekali )
  2. Umur Tanaman 1 – 3 tahun : Pupuk Tabur / kocor : menggunakan POP SUPERNASA 2,5 gram / pohon dan NPK (15-15-15) sebanyak 12,5 gram/pohon. ( interval 3 bulan sekaliPupuk Daun :  Lakukan penyemprotan seperti no.1. Apabila tanaman sudah tinggi dan tidak terjangkau alat penyemprotan, maka pemupukan lewat daun bisa dihentikan. 
Catatan : Untuk hasil pertumbuhan  yang lebih maksimal pemupukan dapat dilakukan hingga tanaman jabon berusia 5 -6 tahun.

HAMA PENYAKIT TANAMAN ( HPT )

 

HAMA TANAMAN JABON
1.   ULAT ( Plusia sp )
Hama yang sering menyerang tanaman jabon adalah ulat jenis Plusia sp. Hama ini memakan dengan rakus daun jabon. Namun hal tersebut tidak mengancam tanaman jabon.
Tanaman jabon yang hampir gundul akan segera menumbuhkan daun-daunya lagi bahkan pertumbuhan daun-daun baru akan terlihat lebih sehat dan segar. Seandainya serangan hama ini sudah dalam ambang batas kerugian, maka penyemprotan dg pestisida organic/kimia bisa menangkalnya.
            2.  KUTU PUTIH .
Hama jenis ini hanya akan menghambat pertumbuhan jabon apabila keberadaanya menutupi seluruh daun tanaman. Populasinya sangat jarang dan belum perlu diwaspadai.
3.   KUMBANG ( Xylosandrus moriqeus ) : menggerek batang
4.   PENGGEREK BATANG ( Endoclita Sericea )
PENYAKIT TANAMAN JABON
Untuk jenis penyakit pada tanaman jabon belum pernah diketemukan, akan tetapi ada beberapa jenis penyakit yang perlu diwaspadai a.l :
1.    Dumping off = lodoh / kaleob adl jamur imperfeck yang di tanah
                               ( Rhizoktonia spp, Fusarium spp, Pythium spp )
2.    Busuk Akar = Penyebabnya adalah jamur akar merah 
                               (Ganoderma pseudoferuni, Ustulia sp, Roselina sp). 
Semoga artikel ini dapat membantu usaha Agribisnis anda. Menanam 1 pohon berarti anda ikut membantu Melestarikan Alam dan Penghijauan Bumi. Terimakasih.  
Salam Sukses..  
KT. Mahesa Jaya... 
Blog KT. Mahesa Jaya adalah salah satu situs pemesanan bibit Pertanian unggul dalam skala kecil, maupun besar. Kami siap mengantar bibit kami sampai pelosok Indonesia. Untuk Pemesanan dan Konsultasi Silahkan Hubungi 081328555527 atau 085293393441.
 

Minggu, 22 September 2013

Galery

Potret Proses Produksi di PT Mahesa Jaya


Proses produksi yang tersusun rapi dan terarah membuat bibit yang kami hasilkan berkwalitas dan dapat tumbuh subur dimanapun.